About The Author

This is a sample info about the author. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis.

Get The Latest News

Sign up to receive latest news

Selasa, 18 Agustus 2009

| 0 komentar |

BAPAK-BAPAK GEREJA DARI MASA GEREJA MULA-MULA/KERASULAN

1. Yustinus Martir (abad 2 M) Yustinus disebut sebagai “pembela iman”. Ia lahir dalam keluarga Yunani di Palestina. Ia mencari kebenaran dalam filsafat Yunani. Ia berusaha mencari pengetahuan tentang Allah. Guru-guru filsafat yang pernah diikutinya untuk mencari pengertian tentang Allah, namun ia tidak puas dan akhirnya ia merasa kecewa, yaitu : Filsuf Stoa, filsuf aliran Aristoteles, filsuf Phytagoras. Namun ada satu orang yang akhirnya membuat ia puas ketika mencari pengetahuan tentang Allah adalah: seorang filsuf pengikut Platonisme. Dan akhirnya ia mengalami kemajuaan yang sangat berarti. Pada suatu hari ia bertemu dengan seorang tua dekat laut. Orang tua itu memperkenalkannya dengan kitab Perjanjian Lama dan Kristus. Lalu ia menjadi Kristen, karena menurutnya hanya filsafat inilah yang satu-satunya yang aman dan menguntungkan. Karyanya: ia banyak menentang penyembahan berhala dan Sinkretisme yang bertentangan dengan iman Kristen pada saat itu. Ada tiga buah buku karyanya:
a. Dialog dengan Trypho, catatan akhir mengenai diskusi panjang dan ramah antara Yustinus dengan seorang Yahudi bernama Trypho, yang terjadi di Efesus. Dan ditempat inilah ia bertobat.
b. I Apologia, suatu pembelaan iman Kristen yang ditujukan kepada Kaisar.
c. II Apologia, tambahan yang singkat pada karya tersebut diatas yang ditujukan kepada Senat Romawi.
2. Irenaeus, Ia dijuluki sebagai “Bapak Pelawan Orang-orang Sesat.” Ia adalah seorang Yunani, yang lahir di Asia Kecil dari keluarga Kristen. Waktu kecil ia banyak mendengarkan Polycarpus, uskup Smirna yang pernah mengenal rasul Yohanes. Pada tahun 177, ia menggantikan uskup Smirna. Karyanya: Ia banyak dipengaruhi Yustinus. Ada satu karyanya yang terkenal yaitu: Adversus Haereses (melawan ajaran-ajaran sesat), yang ditujukan secara khusus untuk ajaran sesat Gnostik.
3. Tertullianus, (160-220 M), nama aslinya: Quintus Septimius Florens Tertullianus. Ia disebut sebagai “Bapak Teologia Latin”. Ia dilahirkan di Kartago (kota Tunis sekarang) dari keluarga Romawi kafir. Ia banyak belajar ilmu Retorika dan ilmu Hukum. Tahun 196 akhir ia bertobat dan menjadi Kristen. Ia meninggal pada awal tahun 220. Sepanjang hidupnya ia banyak menulis tentang Iman Kristen. Karyanya: Tertulianus adalah orang Kristen pertama yang penting, yang telah menulis tulisan-tulisan Kristen dalam bahasa Latin. Tulisan yang paling terkenal adalah: De Praescriptione Haereticorum (Bantahan Terhadap Orang-orang Sesat).
4. Clemens dari Aleksandria, (pertenggahan abad ke-2), nama aslinya: Titus Flavius Clemens. Ia dilahirkan dari keluarga kafir Yunani. Sesudah bertobat ia mengembara dan belajar pada sejumlah guru Kristen, dan yang guru terkenalnya adalah: Pantaenus yang mempunyai sekolah filsafat di Aleksandria. Ia meninggal di Asia Kecil sebelum tahun 216. Karyanya: ada tiga karya besarnya dan terkenal, yaitu:
a. Exhortation to the Greeks (Nasehat kepada Orang Yunani)
b. Tutor (pendidik), yaitu pelajar bagi mereka yang baru masuk Kristen
c. Carpet Bags (Serba-serbi) yaitu ajaran-ajarana rohani tentang iman Kristen.
5. Origenes, ia dilahirkan tahun 185 M dari keluarga Kristen di Aleksandria. Ia dijuluki sebagai “Bapak Platonisme untuk orang banyak?” Ia mengabdikan hidupnya dengan sangat sederhana dan banyak belajar tentang iman Kristen yang mati Syahid. Kayanya: ia banyak menghasilkan edisi Perjanjian Lama yang luar biasa dengan lajur-lajur sejajar dengan teks bahasa Ibrani. Ia juga banyak menulis tafsiran, khotbah dan skholia (catatan-catatan penting tentang iman Kristen). Ada 3 karya bukunya yang terkenal:
a. De Principiis (Asas-asas Pertama) adalah usaha pertama dari gereja purba untuk menghasilkan telogia sistematis.
b. Contra Celsum (Melawan Celsus) adalah jawaban Origenes terhadap Firman Allah yang sejati karya Celsus yang anti-Kristus.
c. De Oratorione (Doa) dan Exhortation to Martyrdom (ajakan untuk mati Syahid).
6. Cyprianus, (permulaan abad ke-3). Ia disebut sebagai “ Sang Uskup Martin.” Ia dilahirkan dari keluarga kafir golongan atas. Nama aslinya: Thascius Caecilius Cyprianus. Ia mengajar retorika di Kartago dan dipersiapkan untuk menjadi pejabat gubernur provinis pada saat itu. Namun ia melarikan diri dan menjadi Kristen, karena menurutnya ia tertarik dengan orang Kristen untuk pembaharuan moral. Kemudian ia diangkat menjadi penatua, dan selanjutnya menjadi uskup di Kartago di provinsi Romawi Afrika. Ia mati Syahid pada tahun 258 M. Karyanya: karya terbaiknya adalah “ De Ecclesiae Unitate (Keesaan Gereja), dimana kesatuan gereja adalah suatu kenyataan dan tidak ada tempat bagi bermasacam-macam aliran ditempat yang sama. Menurutnya satu-satunya gereja yang benar adalah gereja Katolik.
7. Eusebius dari Kaisarea, (awal tahun 260an-339 M). Ia dilahirkan di Palestina. Ia disebut sebagai “Bapa Sejarah Gereja.” Ia belajar dan bekerja sama dengan Pamphilus, orang yang bertanggung jawab atas perpustakaan. Ia adalah seorang sarjana (terpelajar), dan pada tahun 313-314 M ia menjadi uskup Kaisarea. Dan meninggal pada tahun 339M. Karyanya: karya terbesarnya adalah: “ Historia Ecclesiae atau History of Church (sejarah gereja).”
8. Athanasius, (akhir abad ke-3 M). ia banyak menentang ajaran Arianisme tentang keallahan Kristus. Athanasius menjadi uskup di Aleksandria pada tahun 328 M (mengantikan uskup Aleksander. Ia memangku jabatan uskup selama 48 tahun. Ia meninggal pada tahun 373 M. Karyanya:
a. Karya-karya anti-Arianisme. Yang paling terkenal, Yaitu: 3 Orationes contra arianos (pidato-pidato melawan arianisme).
b. Karya-karya apologia. Yang terkenal adalah Oratio Contra Gentes (Melawan Orang-orang Kafir) dan de Incarnatione Verbi (inkarnasi Firman) ditulis tahun 335-337 M.
c. Surat-surat Paskah. Yaitu surat-surat yang berisi tentang daftar kitab-kitab Perjanjian Baru yang dikanonkan. Dan hal itu dibaca tepat pada hari Paskah.
d. Vita S. Antonii (Riwayat hidup Antonius) yang digambarkan Athanasius sebagai rahib pertama yang hidup menyendiri ditempat terpencil. Dan karya ini membantu menyebarkan cita-cita hidup kebiaraan.
9. Efraim Orang Siria, (Awal abad ke 4 – 373M). Ia dijuluki sebagai “kecapi Roh Kudus”. Dia dilahirkan di Nisibis dekat perbatasana Persia. Ia dibaptis dan diajar oleh Yakobus (uskup Nisibis). Orang Parsi berkali-kali menyerang Nisibis dan akhirnya pada tahun 364 M, kota tersebut ditaklukan oleh mereka. Efraim serta banyak orang Kristen lain kemudian pindah ke Edessa, tempat ia mengajar sampai meninggal tahun 373M. Karyanya: Ia merupakan penulis Gereja Siria terkenal. Ia menulis ulasan Alkitab, khotbah, dogmatis untuk melawan orang-orang sesat dan menciptakan nyanyian gereja.

10. Basilius Dari Kaisarea, (330-379 M), ia dilahirkan di Kaisarea dari keluarga kaya dan mendapat pendidikan yang baik dari ajaran Kristen maupun kebudayaan klasik dan filsafat. Ia merupakan Bapa gereja dari Kapadokia. Pada tahun 364 M, ia diangkat sebagai penatua di Kaisarea, dan menduduki jabatan uskup pada tahun 370 M. Ia mengabdikan diri pada usaha-usaha sosial untuk orang miskin dan melawan Arianisme. Ia meninggal pada tahun 379M.
11. Gregorius Dari Nazianzus, ia juga berasal dari keluar kaya di Kapadokia. Ayahnya adalah seorang uskup Nazianzus. Ia belajar di Atena tempat ia bertemu dengan Basilius yang kemudian menjadi gurunya. Ia kemudian dijadikan uskup kelompok Nicea di Konstantinopel, ibukota kekaisaran Timur. Pada tahun 381 M ia mengambil peranan penting di Konsili Konstantinopel, akan tetapi mendapat saingan dari rohaniawan, lalu mengundurkan diri dari keuskupan. Dan pada tahun 389 M ia meninggal. Karyanya: Pada tahun 380 M ia mengkhotbahkan lima buah Theological Orations (Orasi Teologis) yang terkenal itu.
12. Gregorius Dari Nyssa, (335 – 394 M). Ia merupakan adik dari Basilius dari Kaisarea dan sekaligus menjadi gurunya. Dialah yang paling cerdas dari ketiga saudaranya dan untuk beberapa lamanya ia belajar retorika. Ia pun menikah, walaupun status ini tidak menghambatnya kemudian hari untuk hidup bertapa. Ia lebih banyak tertarik dalam bidang filsafat dan pemikiran teologis, serta berhasil menjadi pembela iman.
13. Ambrosius, (339 – 397 M). Ia dijuluki “Gereja di atas Kaisar”. Ia dilahirkan di Tirer. Ayahnya adalah prefek dari Galia (Perancis) dan kedua orangtuanya Kristen. Ia menjadi gubernur di provinsi di Italia. Pada tahun 374 M, ia kemudian diangkat menjadi uskup baru di Malino. Ia berjuang keras dan berhasil mengukuhkan ortodoksi yang dirumuskan di Nicea. Ia adalah seorang pengkotbah yang berbakat. Kemudian pata tahun 397 M. Karyanya: yang sangat terpenting adalah dalam hubungan dengan istana kekaisaran. Dan ia juga memperkenalkan ide yang baru dikembangkan di Timur, yaitu ide yang menitikberatkan kepada perubahan roti dan anggur pada Perjamuan Kudus. Dialah yang mempersiapkan jalan bagi ajaran-ajaran Agustinus mengenai kejatuhan manusia dalam dosa.
14. Johannes Chrysostomus, ia dijuluki sebagai “berkhotbah mengenai Alkitab.” Ia dilahirkan di Antiokhia pada pertenggahan abad ke-4. Ia dibesarkan oleh ibunya yang Kristen dan yang telah menjadi janda pada umur 20 tahun. Ia banyak belajar menjadi seorang petapa dan banyak diajar oleh Diodorus dari Tarsus, yang memperkenalkan kepadanya dunia kesarjanaan alkitabiah. Dalam jabatan gerejawi, ia adalah seorang penatua, sekaligus juga pengkhotbah yang sangat terkenal. Kemudian ia meninggal pada tahun 407 M didalam sebuah pembuangan. Karyanya: ia banyak menulis tentang penggembalaan (imamat) dan tafsiran-tafsiran
15. Hieronymus, (340-420 M). Nama lengkapnya adalah Sophronius Eusebius Hieronymus, yang lahir di Italia dekat perbatasan dengan Dalmatia (Yugoslavia sekarang). Ia belajar di Roma dan sewaktu di sana ia mulai mengumpulkan karya-karya klasik untuk perpustakaan pribadinya. Ia dibaptis kira-kira berumur 19 tahun. Ia sangat menguasai dunia ilmiah. Dan ia merupakan sarjana yang menguasai bahasa Ibrani dan Yunani. Pada tahun 420 M, Hieronymus meninggal dunia di Betlehem. Karyanya: salah satu sumbangan Hieronymus yang terbesar adalah terjemahan Alkitabnya ke dalam bahasa Latin, yaitu Vulgata.
16. Agustinus, (354 – 430 M). Ia dilahirkan di Thagaste (Aljazair) dari keluarga: bapak seorang kafir dan ibu Kristen Katolik bernama Monica. Ia adalah seorang teolog Kristen yang terbesar setelah rasul Paulus. Ia adalah Sang Bapa Gereja Barat. Ia dijuluki sebagai “cetak biru iman.” Pemikirannya mendominasi abad pertenggahan. Agustinus adalah orang pertama yang mengembangkan doktrin “gereja tak kelihatan.” Ia banyak menentang keberadaan aliran Pelagianisme. Ia kemudian meninggal dunia pada tahun 430 M Karyanya: ia menulis beberapa karya yang terkenal: 1. “Confessiones”, yang didalamnya ia mengisahkan riwayat kehidupannya hingga kematian ibunya tak lama setelah pertobatannya. 2. “De Trinitate” (Trinitas). 3. “De Civitate Dei” (Kota Allah)
17. Cyrillus Dari Aleksandria, (412 – 444 M), Cyrillus menjadi uskup Aleksandria pada tahun 412 M, menggantikan pamannya Theophilus. Ketenarannya terutama karena konfliknya dengan Nestorius, uskup Konstantinopel tahun 381 M. Ia banyak menentang Nestorius karena perbedaan pendapat yang mendasar mengenai pribadi Yesus Kristus.
18. Theodoretus Dari Kirus, Ia dilahirkan menjelan abad ke 4 di Anthiokhia. Ia menjadi rahib dan pada tahun 423 M ia diangkat menjadi uskup Kirus. Dialah teolog terakhir dari teolog-teolog di Anthiokhia yang berbobot. Karyanya: sumbangan Theodoretus yang cukup besar pada ilmu teologi adalah ajaranya mengenai pribadi Yesus Kristus. Ia menyokong Nestorius dalam konfliknya dengan Cyrillus dan membuat tulisan untuk menentangnya, a.l Refutation of Cyril’s Twelve Anathemas (penolakan keduabelas Anathema Cyrillus)
19. Leo Agung, Leo menjadi uskup Roma dari tahun 440 – 461 dan dianggap salah satu paus yang terbesar. Ia sering dijuluki “Leo Agung”. Karyanya: ia banyak menentang ajaran sesat Eutyhianisme yang merupakan ajaran sesat keempat dan terakhir dari zaman gereja purba tentang pribadi Yesus Kristus. Leo juga terkenal degan ajaran-ajarannya tentang kedudukan kepausan di Roma.






PARA MATI SYAHID DALAM SEJARAH GEREJA MULA-MULA
1. Ignatius, adalah uskup Anthiokhia pada permulaan abad ke 2 dan dibawa ke Roma dan meninggal sebagai martir. Dalam perjalanannya, ia menulis lima surat kepada lima jemaat di Roma dan kepada Policarpus, Uskup Smirna.
2. Polycarpus, ia adalah seorang uksup Smirna selama bertahun-tahun. Sebagai pemuda, ia perna duduk dikaki rasul Yohanes. Ia pun pernah bertemu dengan teolog Irenaeus. Ia menerima surat dari Ignatius sewaktu ia masih seorang uskup muda dan kemudian ia pun menulis ke Jerman di Filipi. Polycarpus menjadi martir, mungkin pada tahun 155, pada waktu ia sudah tua. Suatu laporan yang mengharukan tentang mati Syahidnya ditinggalkan kepada kita dalam The Letter of the Smyrneans on the Martyrdom of Polycarp (surat orang-orang Smirna tentang Mati Syahidnya Polycarpus). Pada saat itu diceritakan bahwa gubernur Romawi berusaha membujuk Polycarpus untuk mengutuk Kristus agar dapat dibebaskan, akan tetapi ia menjawab “86 tahun saya menjadi pelayanNya dan Ia tidak pernah berbuat salah terhadapku. Bagaimana aku dapat mengutuki Rajaku, yang telah menyelamatkan aku?”
3. Yustinus Martir (lih. 1)
4. Blandina, seorang budak perempuan muda di Lyon pada tahun 177 di masa pemerintahan kaisar Marcus Aurelius.
5. Perpetua dan Felicitas, mereka para martir yang mati Syahid di Kartago pada tahun 202, dimasa pemerintahan kaisar Septimius Severus

PARA MISIONARIS DARI KRISTEN KATOLIK DAN PROTESTAN
1. Fransiskus Xaverius, ia merupakan misionaris dari gereja Katolik yang dilahirkan pada tahun 1506 di daerah pegunungan Baskis, Spanyol Utara. Ia diutus pada tahun 1541 sebagai tanggapan terhadap permohonan raja Portugal. Ia berangkat sebagai wakil raja (menurut sistem padroado) dan diangkat menjadi wakil diplomatik dari Paus. Xaverius berjalan jauh, dan jarang berdiam lama disuatu tempat, tetapi hanya melayani sebagai perintis penabur yang pekerjaan Tuhannya akan diteruskan orang lain. Xaverius pernah tiba di Goa pada bulan Mei 1942 dan tinggal disana selama beberapa bulan. Ia melayani para nelayan Parava, lalu ke Travancore dan Sri Lanka. Ia dapat berbahasa Tamil. Dan ia banyak menentang patungpatung buatan orang-orang Goa, dan akhirnya pada akhir abad ke 16, penduduk Goa sudah masuk Kristen. Dan pada tahun 1545 Xaverius pergi ke Malaka (pusat perdatangan rempah-rempah). Dari Malaka kemudian ia ke pulau-pulau Maluku, termasuk Ambon, Ternate dan Halmahera. Metodenya: sangat sederhana yaitu dengan kasih sayangnya terhadap penduduk setempat. Ia selalu membela penduduk setempat kalau ditindas oleh orang Portugis. Ia memakai system pelayanan berpindah-pindah (menabur).
2. Matteo Ricci (1552 – 1610), Ia adalah seorang Misionaris dari misi Katolik (Yesuit) yang diberikan izin untuk memasuki daerah Cina pada tahun 1583. Ia sangat menghargai para sarjana Kong Hu Cu. Ia mempergunakan keahliannya, misl: membuat jam, sebagai cara untuk menarik perhatian golongan masyarakat tinggi. Metodenya: Sejauh mungkin kemudian Matteo Ricci menyesuaikan diri dengan kebudayaan Cina, termasuk berpakaian gaya Cina. Ia banyak mempelajari Kong Hu Cu dan kesastraan Cina. Dan berusaha membuktikan bahwa kekristenan dengan Kong Hu Cu tidak bertentangan
3. Roberto De Nobili (1577 – 1656), ia berasal dari kaum bangsawan di Italia dan masuk Ordo Serikat Yesus pada tahun 1597. Pada tahun 1605 ia tiba di Madurai, India Selatan, pusat kebudayaan Tamsil. Ia melihat ada dua masalah yang akan dihadapinya dalam mengabarkan Injil di India, yaitu; pertama, orang India menganggap bahwa hina kehidupan kasar pelaut-pelaut Portugis. Kedua, para pekabar Injil menolak system Kasta, yang sudah berurat-berakar di kebudayaan India. Akibatnya orang yang beralih agama menjadi Kristen berasal dari kasta yang paling rendah, misalnya pelaut atau nelayan. Bila orang orang India dari golongan tinggi masuk Kristen mreka langsung kehilangan kasta. Tidak heran jika kekristenan dipandang rendah sebagai agama orang miskin. Metodenya: DeNobili banyak belajar bahasa Tamil dan Telugu, serta kesastraan Sanskrit. Dan ia mendekati orang-orang terkemuka melalui metode yang serupa dengan metode Ricci, yaitu menyesuaikan diri dengan kebudayaan setempat.
4. William Carey (1761 – 1834), ia merupakan pelopor baru misi Kristen Protestan. Ia dilahirkan dilingkungan pedesaan. Dia adalah anak dari seorang guru sekolah Anglikan. Kesaksian teman sekerjanya menarik hati Carey sehingga ia dibaptis ulang dan masuk Gereja Baptis. Ia ditahbiskan menjadi pendeta Gereja Baptis pada tahun 1785, dan melayani jemaat setempat sambil merangkap tukan sepatu dan guru sekolah. Ia kemudian diutus bersama dengan keluarganya ke India pada tahun 1793, sebagai utusan pertama lembaga Baptist Missionary Society. Kepandaian Carey yang mencakup baik keterampilan praktis dan maupun sifat intelektual dan keahlian berbahasa sangat berhasil dalam penginjilan di India.
5. Robert Morrison (1782 – 1834), Ia merupakan seorang misionari yang ditugaskan ke Cina. Ia berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Sama seperti William Carey ia belajar sendiri bahasa Latin, Yunani dan Ibrani, sambil bekerja membantu ayahnya sebagai tukang. Metodenya: ia memprioritaskan menterjemahkan Alkitab dan buku-buku Kristen. Ia menyusun kamus bahasa Inggris-Cina, dan pada tahun 1819 ia selesai menterjemahkan Katekismus Pendek Gereja Skotlandia dan sebagian Buku Doa Umum Skotlandia. Akibatnya buku-bukunya gampang dimengerti oleh orang-orang Cina sederhana.
6. Alexander Duff (1806 – 1878), merupakan seorang misionari yang diutus ke India pada tahun 1829, oleh Gereja Skotlandia. Metodenya: ia mendekati system pendidikan orang-orang kasta tertinggi, sebagai sarana utama mendekati golongan tertinggi di India. Ia mendirikan banyak sekolah di India khusus untuk kalangan kasta tertinggi brahma.
7. James Hudson Taylor (1832 – 1905), Ia merupakan anak seorang apoteker di Yorkshire, Inggris, dididik di gereja Metodis, tetapi setelah bertobat, ia masuk gereja Baptis. Kemudian ia terpanggil ke Cina menjadi misionaris disana. Dan pada tahun 1853, Taylor belayar ke Cina sebagai utusan Chinese Evangelization Society. Pada tahun 1865, ia mendirikan China Inland Mission yang menjadi lembaga misi Protestan yang terbesar di Cina. Metodenya: sama halnya degan Ricci dan para Yesuit terdahulu, ia ingin mewujudkan injil dalam konteks kebudayaan Cina dan menyesuaikan diri dengan kebudayaan Cina.
8. Timothy Richards (1845 – 1920), ia merupakan seorang Wales dari keluarga petani. Ia merupakan seorang misionaris yang diutus ke Cina oleh Baptist Missionary Society. Metodenya: ia sangat berbeda dengan Taylor yang menyesuaikan diri dengan ada dan kebiasaan Cina. Sedangkan Richards bercita-cita mengkristenkan golongan berpendidikan di Cina, melalui pengajaran nilai-nilai kristiani dan ilmu pengetahuan modern
9. Dokter James Hepburn (1815 – 1911), ia merupakan misionaris yang diutus oleh Gereja Presbiterian ke Jepang pada tahun 1859. Metodenya: Hepburn menyusun kamus bahasa Jepang Inggris, dan menterjemahkan beberapa bagian Alkitab ke dalam bahasa Jepang. Ia juga membuka praktek medis di kota Yokohama, dimana ia merawat hamper sekitar 10.000 orang per tahun. Kemudian ia mendirikan sekolah kedokteran.
10. Guido F. Verbeck (1830 – 1898), ia lahir di Belanda dan dididik dalam lingkungan saudara-saudara dari Moravia. Pada tahun 1852 ia pindah ke Amerika, kemudian diutus ke Jepang oleh Gereja Reformed. Verbeck tiba dikota Nagasaki pada tahun 1859 dan mulai mengajarkan bahasa Inggris. Verbeck mengajar bahasa Inggris kepada murid tingkat lanjutan dengan memakai Perjanjian Baru. Murid-muridnya mencapai tingkat yang cukup memuaskan, sehingga pemerintah setempat membuka sekolah bahasa asing dan ilmu pengetahuan dan mengangkat Verbeck menjadi ketuanya. Murid-murid Verbeck berasal dari golongan samurai. Verbeck sangat mempengaruhi politik Jepang pada masa pembangunan itu.
11. Neesima (1843 – 1900), ia merupakan misionaris Jepang yang bertobat karena banyak membaca buku-buku Kristen secara diam-diam. Ia berasal dari golongan samurai. Kemudian ia berusaha untuk sekolah teologia di Amerika. Kemudian ia setelah selesai studi pulang ke Jepang dan mendirikan beberapa jemaat di Jepang.
12. Toyohiko Kagawa (1888 – 1960), ia adalah misionaris dari Jepang. Pada masa kanak-kanaknya ia mengalami pengalaman yang pahit. Dan ia sering dipukul dan dihajar oleh neneknya. Namun kemudian ia sempat menerima pendidikan disekolah misi di kota. Dan ia tinggal dengan pendeta Dr. Harry Myers, dimana ia mengalami cinta kasih yang luar biasa dari Tuhan. Kagawa mendasari hidupnya dengan dasar Khotbah Yesus Di Bukit. Kemudian ia studi teologia di sekolah tinggi teologia Presbiterian. Kemudian banyak lagi gelar kesarjanaan yang ia miliki. Sehingga membuat ia pulang ke Jepang untuk menjadi misionaris yang memperhatikan kemiskinan pada saat itu.
13. Horace Allen, ia menjadi misionaris yang diutus ke Korea pada tahun 1884 oleh gereja Presbiterian. Ia berangkat ke Korea sebagai dokter pribadi kedutaan besar Amerika. Ia datang ke Korea pada masa kekacauan politik. Pangeran Young Ik min terluka akibat pemberontakan. Allen dipanggil untuk mengobati pangeran, dan ternyata pengobatannya berhasil menyelamatkan nyawa pangeran. Maka Allen disenanggi di istana, sehingga pada tahun 1885, ia diberi izin membuka Rumah Sakit Kerajaan di Soul. Dalam bermisi ia sangat hati-hati. Ia memfokuskan pelayanan medis dan pendidikan medis.
14. Adoniram Judson (1788 – 1850), ia merupakan seorang misionaris ke India. Ia merupakan seorang Amerika yang sangat pintar dan berambisi mendapatkan juara satu di perguruan tinggi Rhode Island Collage. Pada masa kuliah ia menentang kepercayaan orang tuanya yang memegang teguh Alkitab. Ia lebih tertarik pada ajaran Deisme. Namun setelah ia mendalami Alkitab dan masuk ke Sekolah Tinggi Teologia, ia kemudian bertobat dan sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
15. Josiah Nelson Cushing, ia merupakan misionaris yang diutus ke pedalaman Birma. Ia memulai perjalananya ke negeri suku Shan pada tahun 1868. pada tahun 1877 ia menetap di Bharmo sebagai pusat penginjilan suku Shan dan suku Kachin. Ia banyak menghadapi berhala-berhala disana. Namun sesudah dua tahun pelayananya dikampung tersebut, kepala kampungnya berhenti memberi korban kepada roh-roh leluhur dan bertobat. Pada bulan Maret 1882 tujuh orang Kachin dibaptis, yaitu tiga pasangan suami-istri dan seorang bapak. Pada tahun 1886, sudah 22 orang Kachin menjadi Kristen.
16. William Hendry Roberts, ia juga menjadi misionaris di suku Kachin sejak tahun 1879-1913. Ia banyak mengubah hidup orang Kachin menjadi lebih baik lagi. Dan ia mendirikan sekolah-sekolah teologia dan berusaha mengirim orang-orang Birma yang mampu untuk sekolah. Pada tahun 1901 dua orang Kachin yang pertama di baptis menjadi pendeta. Dan mulai saat itu, darah Kachin makin berkembang dan banyak dari mereka yang bertobat.
17. John Taylor, ia merupakn seorang misionari yang ditempatkan di Siam. Ia menginjili orang-orang suku Thai. Selama dua puluh tahun ia menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Thai. Dan pada tahun 1840, sebanyak 58.000 eksemplar Perjanjian Baru sudah diedarkan.
18. Jesse Caswell, ia merupakan seorang misionaris yang diutus oleh American Board of Commissioners for Foreign Missions (ABCFM). Ia membawa pendekatan lain, yaitu melalui keahlian, seperti metode misi yang dipakai oleh Ricci di Cina. Ia tiba di Siam pada tahun 1840 dan langsung diajak mengajarkan ilmu pengetahuan dan bahasa Inggris kepada pangeran Mongkut, putra raja Rama III. Sesuai dengan kebiasaan Thai, putra raja juga belajar sebagai biarawan Budha, maka Caswell mendapat kesempatan mengabarkan Injil dalam biara Budha.
19. Beach Bradley, ia juga diutus oleh ABCFM melayani di Siam selama 38 tahun. Ia mendekati Mongkut melalui keahlian sebagai ahli bahasa dan dokter. Ia membaca mesin cetak di Siam dan mencetak buku-buku Kristen dan mulai membuka Rumah Sakit. Melalui itu semua, raja Rama IV memberi izin kepada para pekabar injil untuk membeli tanah. Dan tanah itu kemudian dipakai untuk mendirikan sekolah misi.
20. Daniel McGilvary, ia merupakan seorang misionaris yang diutus ke ibukota Bangkok dan sekitarnya pada tahun 1861 oleh Misi Presbiterian Amerika. Ia menekankan penginjilan langsung sebagai tujuan utama. Ia mencari orang-orang atau pemimpin terkemuka untuk memimpin gereja baru. Metode penginjilannya adalah penginjilan kepada keluarga-keluarga bukan pribadi-perpribadi.
21. William Milne (1785 – 1822), ia merupakan seorang misionaris yang diutus oleh London Missionary Society pada tahun 1813 ke daerah Canton, Cina. Disana ia mengalami ganguan hebat, ia pindah ke Malaka. Ditempat ini Milne membuka sekolah untuk anak-anak lelaki Cina. Ia berkunjung kerumah-rumah dan berkhotbah dipasar. Pada tahun 1820an sekitar 60 orang Cina berkumpul setiap minggu untuk beribadah. Dengan pertolongan temanya Morrison pada tahun 1818 Milne mendirikan Anglo-Chinese College di Malaka. Dan tempat itu menjadi pusat misi di Cina. Ia juga mendirikan percertakan. A-Fah adalah seorang tukang cetak yang bekerja sama dengan Milne, adalah orang Cina pertama yang bertobat dan menerima Yesus melalui pelayanan Milne. Liang A-Fah tadi kemudian dibaptis dan menjadi misionaris ke Cina pertama kalinya.
22. Benjamin Keasberry, ia merupakan seorang misionari yang memprioritaskan pelayanan kepada suku Melayu. Ia memiliki perhatian besar terhadap orang melayu. Ia kemudian banyak mengarang buku-buku Kristen dalam bahasa melayu dan membagikan banyak traktat-traktat. Ia mencukupi kebutuhannya dengan usaha percetakan untuk pekabaran injil di suku Melayu.
23. Francis Thomas McDougall (1817 – 1886), ia merupakan seorang pendeta dan dokter, yang diutus gereja Anglikan untuk mengabarkan Injil di Sarawak, Malaysia. Dalam pelayanannya ia banyak menghadapi tantangan termasuk kematian lima orang anaknya. Namun ia berhasil mendirikan jemaat di Kuching. Pada tahun 1951 jumlah anggota jemaat tersebut mencapai 43 orang, termasuk orang Cina, Melayu dan Dayak.
24. Pdt. William Gomes (1827 – 1902), ia adalah seorang Sinhala(dari Sri Lanka). Yang kemudian diangkat menjadi pemimpin misi Anglikan pada tahun 1872. ia telah melayani beberapa tahun di Serawak, Penang dan Malaka. Gomes membentuk kelompok pekerja Cina dan India yang saling mengisi kekosongan supaya dapat mengabarkan Injil kepada suku bangsa lainnya. Ia sendiri sudah bisa berbahasa Tamil, Melayu, Dayak dan bahasa Hokkien (Cina Selatan). Antara tahun 1872 dan 1890 misi Anglikan di Singapura melaporkan ada 356 orang Asia yang sudah bertobat.
25. Maggelan, ia adalah seorang Portugis yang diutus oleh raja Spanyol mencari jalan laut ke Maluku, tiba di Filiphina pada tahun 1521. ia disambut oleh raja Humabon di pulau Cebu dan pelayananya menghasilkan sejumlah warga istana dibaptis. Tidak lama kemudian ia tewas dalam pertempuran Humabon dengan raja tetangga
26. Pedro Chirino (seorang Yesuit), ia merupakan misionaris Katolik yang tiba di Filiphina pada tahun1590. sesudah belajar bahasa Tagalok, ia membuka sekolah di kota Taytay. Sama halnya dengan metode Xaverius, ia mengajarkan Injil kepada anak-anak terlebih dahulu, kemudian orang dewasa. Ia menyesuaikan diri dengan bahasa dan budaya Tagalok, dan banyak mengajarkan tentang iman Kristen Katolik.
27. Eric Lund, ia merupakan seorang misionaris dari gereja Baptis di Swedia. Ia tiba di Filiphina pada tahun 1900, dengan tujuan mempelopori penginjilan Baptis di kepulauan Visaya. Misi gereja Batpis disambut masyarakat dengan sangat baik. Akan tetapi karena kurangnya tenaga, maka mereka hanya memusatkan pelayanan dalam bidang pendidikan. Pada tahun 1906 didirikan sekolah industri di kota Jaro, yang kemudian mengalami perkembangan dan menjadi Universitas Filiphian Tengah.

0 komentar:

Poskan Komentar